Etika Instruksi Pemrosessan Pada Eksekusi

Selasa, 11 Juni 2013

Bagaimana etika instruksi pemrosessan pada eksekusi

Mekanisme Eksekusi Instruksi
Fungsi utama komputer adalah mengeksekusi program. Berdasarkan konsep program tersimpan, program yang dieksekusi (kumpulan instruksi) di memori. Pemroses melakukan tugasnya dengan mengeksekusi instruksi di program.
Tahap pemrosesan instruksi ini berisi dua tahap, yaitu:
1.     Pemroses membaca instruksi dari memori (fetch)
2.     Pemroses mengeksekusi instruksi dari memori (execute)

Mode Eksekusi instruksi
Pemroses mempunyai beragam mode eksekusi, biasanya dikalikan dengan kewenangan yaitu:
-          Program bagian dari sistem operasi
-          Program pemakai
Instruksi-instruksi tertentu hanya dapat dieksekusi di mode berkewenangan tinggi. Instruksi-instruksi yang memerlukan kewenangan tinggi, misalnya:
-          Membaca atau memodifikasi register kendali (bit-bit register PSW)
-          Instruksi-instruksi primitif perangkat masukan/keluaran
-          Instruksi-instruksi untuk manajemen memori
-          Bagian memori tertentu hanya dapat diakses dalam mode kewenangan tinggi
 
Mode Pemakai dan Mode Sistem
Mode dengan kewenangan rendah disebut mode pemakai (user mode) karena program pemakai (aplikasi) biasa dieksekusi dalam mode ini.
Mode dengan kewenangan tinggi disebut:
-          Mode system (system mode), atau
-          Mode kendali (Control mode), atau
-          Mode supervisor (Supervisor mode), atau
-          Mode kernel (kernel mode).
Biasanya rutin sistem atau kendali atau kernel dieksekusi dengan mode ini.
Alasan adanya dua mode adalah untuk menjaga keamanan. Tabel sistem operasi, seperti tabel proses (PCB) harus dicegah dari intervensi program pemakai. Modifikasi table proses hanya dapat dilakukan di mode system . Program pemakai bermode pemakai takkan mampu mengubah table proses sehingga tidak merusak system.
Pada mode kernel, perangkat lunak mempunyai kendali penuh terhadap pemroses, instruksi, registerdan memori. Tingkat kendali ini tidak tersedia bagi program pemakai sehingga sistem operasi tidak dapat diintervensi program pemakai. Pencegahan ini menghindari kekacauan.
Pemroses mengetahui mode eksekusi dari bit di PSW. Terdapat bit di PSW yang menyatakan mode eksekusi.
Bila program pemakai meminta layanan system operasi dengan mengambil system call, pemanggilansystem call menyababkan trap. Sistem mengubah mode eksekusi menjadi mode kernel. Di modekernel, system operasi memenuhi yang diminta program pemakai. Begitu selesai, sistem operasi segera mengubah mode menjadi mode pemakai dan mengembalikan kendali program pemakai.
Dengan dua mode dan teknik penjebakan (trap) diperoleh manfaat:
1.     Mencegah program pemakai mengacau table-tabel sistem operasi
2.     Mencegah program pemakai mengacau mekanisme pengendalian sistem operasi.

sumber : http://kadek-adi.blogspot.com/2013/06/bagaimana-etika-instruksi-pemrosessan.html

0 komentar:

Posting Komentar

About me